Kuatarus yang mengalir pada rangkaian: I = 6 : (1 +1,5) I = 6 : 2,5 = 2,4 A Soal No. 5 Dua buah baterai dengan ggl masing-masing 3 volt dan hambatan dalam 0,5 Ω disusun paralel. Hambatan luar R = 1,5 Ω dirangkai seperti gambar. Tentukan besar kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian! Pembahasan Dua buah bateri disusun paralel. 9Pembahasan Soal Rangkaian Listrik Arus Searah. 1. Perhatikan gambar susunan hambatan di bawah ini! Besar kuat arus melalui R 1 adalah. A. 2,0 A B. 2,5 A C. 4,0 A D. 4,5 A E. 5,0 A. Pembahasan Diketahui: Resistor 1 (R 1) = 4 Ω Resistor 2 (R 2) = 4 Ω Resistor 3 (R 3) = 8 Ω Tegangan listrik (V) = 40 Volt Ditanya: Kuat arus melalui R 1 Jawab:. Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke Padarangkaian paralel arus yang mengalir disetiap cabang berbeda besarnya. Setiap komponen terhubung dengan kutub positif dan kutub negatif dari sumber tegangan, artinya semua komponen mendapat tegangan yang sama besar. Sedangkan, hambatan totalnya menjadi lebih kecil dari hambatan tiap-tiap komponen listriknya. Contoh Gambar Rangkaian Paralel Jumlaharus listrik pada rangkaian terbagi pada cabang-cabang paralel. Artinya bahwa jumlah arus pada rangkaian sama dengan jumlah total arus yang mengalir dari setiap cabang. Dan nilai arus pada setiap cabang memiliki besar yang berbeda. Nilai arus yang mengalir pada setiap cabang berbanding terbalik dengan besarnya hambatan pada cabang. Padarangkaian seri, arus yang mengalir pada tiap kendala besarnya sama, (2 Ω + 1 Ω + 3 Ω). Hambatan ekivalen 6 Ω ini paralel dengan kendala 6 Ω pada cabang c - d sebelah kiri. Selanjutnya, antara titik c dan d, kendala penggantinya (paralel 6 Ω dan 6 Ω) yaitu : Dengan demikian, untuk rangkaian listrik sederhana, besarnya arus Rumusuntuk mencari hambatan total pada rangkaian paralel adalah sebagai berikut : 1/Rp = 1/R1 + 1/R2 +. Rp = hambatan total rangkaian seri (ohm atau Ω) R1 = hambatan 1 (ohm atau Ω) R1 = hambatan 1 (ohm atau Ω) R2 = hambatan 2 (ohm atau Ω) Rangkaian Campuran Rangkaian campuran merupakan gabungan atau kombinasi rangkaian seri dan paralel. Adapunmetode yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah,pertama menyusun rangkaian pada project boar,projectboard merupakan dasar konstruksi sebuah sirkuit elektronik dan merupakan prototipe dari suatu rangkaian elektronik kemudian mengukur besarnya arus sumber yang digunakan pada rangkaian dengan cara perhitungan dan pengukuran,untuk perhitungan caranya adalah menghitung besar tegangan Manfaatrangkaian hambatan paralel adalah : a. Untuk memperkecil hambatan suatu rangkaian 1/Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + b. Sebagai pembagi arus dimana kuat arus yang melalui tiap-tiap hambatan sebanding dengan R1 kebalikan nilai hambatannya. I1 : I2 : I3 : = 1/R1 : 1/R2 : 1/R3 . I. I. Tigabuah resistor yang dihubungkan paralel. Arus yang melalui tiap resistor dalam rangkaian paralel tersebut pada umumnya berbeda, tetapi beda potensial pada ujung-ujung resistor haruslah sama. Jika arus yang melalui masing-masing resistor dinyatakan dengan i1, i2, dan i3, maka: i1 = Vab/R1 i2 = Vab/R2 i3 = Vab/R3 Ciriciri Rangkaian Paralel. Ciri tciri rangkaian paralel adalah Seluruh komponen listrik terpasang secara sejajar dan bersusun. Di rangkaian paralel arus yang mengalir di setiap cabang besarnya berbeda. Tiap komponen tersambung dengan kutob negatif dan kutub postitif dari sumber tegangan, maksudnya seluruh komponen memperoleh teganan yang besarnya sama. Jadikuat arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang mengalir dalam kawat penghantar tiap satuan waktu. Hambatan atau resistansi berguna untuk mengatur besarnya kuat arus listrik yang mengalir melalui suatu rangkaian listrik. Dalam radio dan televisi, resistansi berguna untuk menjaga kuat arus dan tegangan pada nilai tertentu dengan Sehingga rangkaian kedua resistor ini tidaklah paralel juga bukanlah rangkaian seri, karena arus yang mengalir pada kedua resistor tidaklah sama. Namun, ada hukum yang berlaku pada rangkaian yang memliki arus tetap (tunak). Hukum ini adalah hukum Kirchhoff 1 dan 2. Hukum Kirchhoff 1 Padasoal b, semua hambatan terhubung tanpa adanya cabang, maka rangkaian ini adalah rangkaian seri . Besar Hambatan Pengganti. Rs = 2 +4+3 = 9 ohm . c. Pada soal c, terlihat ada 2 cabang, ini merupakan ciri dari rangkaian paralel, namun di cabang atas terdapat 2 hambatan yang terhubung langsung atau tersusun seri. Semogacontoh soal dan jawaban arus listrik dalam rangkaian ini bermanfaat banyak. Soal No. 1) Besarnya energi listrik yang diperlukan sebuah alat listrik 24 kJ ketika digunakan selama 5 menit. Jika hambatan yang dimiliki alat listrik tersebut 20 W, maka arus yang mengalir melalui alat listrik tersebut adalah . a. 2 A. Daripercobaan yang telah kami lakukan mendapatkan data yang berbeda-beda. Pada percobaan rangkaian seri, kami menggunakan hambatan 47 Ω, 56 Ω, dan 100 Ω. Pada percobaan yang pertama kami menggunakan VSumber = 3 volt dan mendapatkan I1 = I2 = I3 = 0,02, dan Itotal = 0,003. Dan V1=0,3, V2=0,6, V3=1. Dan Vtotal = 4,06. 7oxPC5. Jakarta - Rangkaian seri dan rangkaian pararel merupakan dua jenis susunan komponen elektronik yang dapat ditemukan di rangkaian listrik atau sirkuit listrik adalah jalur yang tersusun dari berbagai macam komponen elektronik yang mampu mengalirkan arus listrik dari sumber listrik ke berbagai ada tidaknya arus yang mengalir, rangkaian atau sirkuit listrik terdiri rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup. Pada rangkaian listrik terbuka, arus listrik tidak ada yang itu, pada rangkaian listrik tertutup arus listrik dapat mengalir, karena kedua kutub pada sumber arus listrik saling dihubungkan. Ketika kita mempelajari rangkaian arus listrik, kita akan mengenal adanya jenis rangkaian seri dan rangkaian memahami lebih lanjut mengenai jenis rangkaian listrik, detikers perlu mengetahui beberapa istilah berikutI = kuat arus listrikA = ampere V = beda potensial, satuannya volt V R = hambatan listrik, satuannya Ohm Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut adalah penjelasan mengenai jenis rangkaian listrikRangkaian SeriPada rangkaian seri hanya terdapat satu baris arus listrik, yang bagian rangkaian dipasang secara beruntutan atau berderet tanpa adanya seri akan terbentuk jika dua buah atau lebih komponen elektronika dihubungkan secara berderet, dengan sumber tegangan yang juga dihubungkan secara salah satu komponen dipindahkan dari rangkaian seri, arus listrik tidak akan mengalir karena rangkaian ini terbuka. Rangkaian seri biasanya sering digunakan pada radio, TV dan komputer.a Contoh lampu yang disusun seri, b Resistor yang disusun seri Foto dok. modul IPA KemdikbudDalam rangkaian arus seri, jumlah arus listrik pada setiap titik sama besar. Rumusnya adalah I = I₁ = I₂ = I₃Besar hambatan listrik gambar b dalam rangkaian sama dengan jumlah dari masing-masing hambatan. Rumusnya adalah Rs = R₁ + R₂ + R₃Keuntungan rangkaian seri adalah rangkaiannya sederhana dan hemat kabel, sehingga untuk membuatnya pun cukup mudah. Sedangkan, kerugiannya bisa kita lihat apabila salah satu lampu diputuskan mati, maka lampu yang lainnya juga akan ikut juga pada nyala lampunya ketika tidak terang redup, sehingga membuat energinya juga ikut boros karena digambarkan 1R+1R+ ParalelRangkaian paralel adalah rangkaian yang terbentuk jika dua buah lampu atau lebih dihubungkan secara berjajar, sehingga merupakan rangkaian bercabang. Arus yang diterima oleh setiap cabang, masih lebih besar dibandingkan arus pada rangkaian seri, hal ini akan membuat nyala lampu akan terlihat lebih lampu di rumah, di kantor, dan lampu lalu lintas adalah contoh pemanfaatan penggunaan rangkaian listrik paralel di kehidupan arus lebih banyak mengalir dari sumber, dimana merupakan penjumlahan tiap cabang, maka perlawanan total atau resistensi pada rangkaian paralel akan jauh lebih kecil daripada rangkaian dan kerugian rangkaian paralel merupakan kebalikan dari rangkaian seri, maka rangkaian paralel adalah 1/R+1/R+1/ resistor yang disusun pararel Foto Modul IPA KemendikbudSetiap lampu pada rangkaian paralel mendapat arus tanpa dipengaruhi lampu satunya. Itu lah yang mengakibatkan lampu yang lainnya masih terhubung dengan sumber arus apabila lampu-lampu yang ada di rumah kita dipasang secara paralel, meskipun salah satu dari lampu-lampu dimatikan atau padam, lampu yang lainnya masih akan tetap bisa hukum I Kirchhoff, arus listrik dibagi dalam tiga cabang, jika kuat arus dalam tiap cabang dijumlahkan maka besarnya sama dengan kuat arus sebelum memasuki Persamaannya dapat ditulis dengan I masuk = I₁ + I₂ + I₃= I hukum Ohm, I = V/ R dan V untuk tiap cabang sama. Maka rumusnya adalahRumus total hambatan rangkaian pararel Foto Modul IPA KemendikbudRangkaian CampuranGabungan dari rangkaian seri dan rangkaian paralel dinamakan dengan rangkaian campuran atau disebut juga dengan rangkaian campuran seri dan pararel Foto Modul IPA KemendikbudPada gambar rangkaian campuran di atas R₁ seri dengan R₂ dan R₃ yang paralel, sehingga rumus hambatan total dan rangkaian campuran antara rangkaian seri dan rangkaian pararel adalah Rt = R₁ + Rp Simak Video "Sidang Paripurna PKS Minta Pemerintah Cabut Subsidi Mobil Listrik" [GambasVideo 20detik] pal/pal Jakarta - Rangkaian paralel adalah rangkaian komponen listrik yang disusun secara berjajar sehingga membentuk cabang di antara sumber arus listrik. Pada rangkaian paralel, arus yang mengalir pada setiap cabang berbeda, sedangkan potensialnya penggunaan rangkaian paralel di kehidupan sehari-hari, berupa pemasangan lampu di rumah umumnya merupakan rangkaian listrik paralel. Hal ini dikarenakan, rangkaian listrik memberikan manfaat dapat memutuskan salah satu beban tanpa mempengaruhi atau benda lain tidak rangkaian paralel memiliki kelebihan seperti lampu menyala lebih terang, hambatan kecil, dan jika salah lampu padam, yang lain tetap sisi lain, rangkaian paralel yang berbentuk cabang juga memiliki kekurangan karena dalam proses pemasangan listrik dengan rangkaian ini membutuhkan lebih banyak kabel penghubung. Selain itu, rangkaian lebih rumit dan cara membuatnya lebih rangkaian pararel ada juga yang disebut rangkaian seri. Perbedaan rangkaian seri dan rangkaian pararel adalah terdapat pada susunan komponen listrik. Seperti dijelaskan di atas komponen pada rangkaian pararel disusun berjajar sehingga bercabang, adapun pada rangkaian seri komponen disusun dalam satu baris atau satu ciri-ciri rangkaian terhubung paralel, yaitu1. Terdiri dari beberapa percabangan2. Besaran arus percabangan berbeda, apabila bebannya tidak sama3. Besar tegangan pada masing-masing beban atau peralatan listrik adalah sama dengan sumber tegangan4. Apabila suatu percabangan terjadi korsleting hubungan arus pendek atau pendek, sedangkan percabangan lain tetap terhubung dengan sumber Rangkaian ParalelRangkaian paralel adalah rangkaian yang kedua ujung komponennya tersambung atau kedua kaki komponennya saling dihubungkan. Rangkaian ini juga ditandai dengan adanya paralel disebut juga sebagai rangkaian pembagi arus. Pada rangkaian ini, nilai tegangannya sama pada setiap hambatannya, sehingga berlakuVtotal = V1 = V2 = V3 =.... = VnItotal = I1 + I2 + I3 + .... + InAdapun nilai hambatan total atau hambatan pengganti pada rangkaian paralel dapat dihitung dengan persamaan = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + .... + 1/RnKeteranganV = tegangan listrik voltI = arus listrik ampereR = hambatan listrik Contoh Soal dan Pembahasan1. Jika dua buah hambatan masing-masing 2 dan 4 disusun secara paralel dan dihubungkan dengan sumber tegangan sebesar 12 volt, hitunglaha. Hambatan penggantinyab. Kuat arus yang dialirkanc. Tegangan setiap hambatanPembahasanDiketahuiR1 = 2 R2 = 4 V = 12 voltDitanyaa. Rpb. Ic. V1 dan V2Penyelesaiana. 1/Rp = 1/R1 + 1/R21/Rp = ½ + ¼ = 2/4 + ¼ = ¾Rp = 4/3 b. I = V/Rp = 12 ÷ 4/3 = 9 Ac. V = V1 = V2 = 12 volt2. Diketahui rangkaian resisten seperti pada gambar berikut soal rangkaian pararel Foto dok. KemdikbudDiketahuiR1 = 6 R2 = 4 R3 = 12 Vp = 12 VBerapakaha. Hambatan totalnya?b. Tegangan pada R1, R2, dan R3?c. Arus total, arus pada R1, R2, dan R3?Penyelesaiana. 1/Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 = 1/6 + ¼ + 1/121/Rp = 2/12 + 3/12 + 1/12 = 6/12, sehingga Rp = 12/6 = 2 b. Vp = V1 = V2 = V3 = 12 Vc. Ip = Vp ÷ Rp = 12 V ÷ 2 = 6 AI1 = V1 ÷ R1 = 12 V ÷ 6 = 2 AI2 = V2 ÷ R2 = 12 V ÷ 4 = 3 AI3 = V3 ÷ R3 = 12 V ÷ 12 = 1 AItu, dia penjelasan mengenai pembelajaran rangkaian paralel dan contoh soal yang detikers bisa pakai sebagai referensi belajar. Selamat belajar ya, detikers! Simak Video "Sidang Paripurna PKS Minta Pemerintah Cabut Subsidi Mobil Listrik" [GambasVideo 20detik] pal/pal Dear sahabat BT senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing tentang memahami arus listrik dalam rangkaian paralel. Berikut ini pembahasan lengkapnya. Arus Cabang Sebelumnya kita telah mempelajari sifat-sifat dari rangkaian seri pada postingan sebelumnya. Diantara sifat-sifat dari rangkaian seri sebaga berikut Arus tidak mengalir ketika rangkaian yang melalui rangkaian adalah dari tegangan jatuh sama dengan tegangan seluruh resistor tahanan pada rangkaian disebut tahanan total RT. Karakteristik dari rangkaian paralel sangat banyak perbedaannya. Gambar a menunjukkan tiga resistor yang terhubung secara paralel. Jika jalur yang menghubungkan baterai ke resistor diputuskan dan dipasang sebuah ampere meter seperti terlihat pada gambar b. Arus total IT akan terukur. Arus total ini terbentuk oleh tiga resistor gabungan arus cabang tiap resistor. Gambar a Rangkaian resistor paralel Sebuah percobaan sederhana akan menunjukkan sebuah karakteristik utama pada rangkaian ini. Pada gambar b, jika R1 pada rangkaian dilepas, jalur arus yang terukur oleh ampere meter akan berkurang. Jika R2 juga dilepas, jalur arus selanjutnya semakin berkurang, yang tersisa adalah sebuah rangkaian seri sederhana terdiri dari R3, V, dan Ampere Meter. Jalur arus sekarang adalah arus yang dibentuk oleh R3. Arus ini bisa dihitung atau dicari langsung dengan hukum Ohm. Gambar b Pengukuran arus total IT Hasil pada percobaan ini membuktikan bahwa pada gambar a dan b adalah sesungguhnya tiga pasang jalur kecil untuk aliran arus. R1, R2, R3. Setiap sebuah jalur kecil disebut cabang atau kaki dari rangkaian paralel. Salah satu sifat dari sebuah rangkaian paralel adalah bahwa arus total IT dalam rangkaian lebih besar daripada arus pada tiap cabang. Ini juga berarti bahwa tiap arus cabang lebih kecil daripada arus total. Arus Total dalam Rangkaian Paralel Arus total dalam rangkaian paralel dapat dihitung dengan dua cara. Metode pertama adalah untuk menghitung arus dalam tiap cabang dengan hukum ohm dan penjumlahan semua arus. Dikarenakan semua resistor terhubung pada akhir cabang, semua resistor akan mempunyai tegangan jatuh yang sama. Oleh karena itu, untuk arus dalam sebuah rangkaian, pada hukum ohm berlaku rumus I = V / R , dimana yang dipakai adalah tegangan sumber dan resistansi cabang. Metode yang kedua untuk menghitung arus dalam rangkaian paralel untuk mengukur atau menghitung resistansi total dan kemudian digunakan hukum ohm. Untuk masalah ini, hukum ohm dalam bentuk Sebuah percobaan sederhana akan membuktikan bahwa jumlah arus cabang adalah sama dengan arus total. Gambar c Pengukuran arus cabang pada rangkaian resistor paralel Sebuah rangkaian seperti pada Gambar c dapat terhubung dan arus-arus total terukur pada titik A. Arus tiap cabang dapat terukur pada titik B, C, dan D. Jumlahkan nilai pengukuran arus tiap cabang. Jumlah arus tiap cabang akan sama dengan arus total yang terukur pada titik A. Demikian postingan Om BT, semoga bermanfaat! [bt] Sumber MPTE-DLE SMK – Kemendikbud Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat, ya! Pernahkah lampu di rumahmu padam karena rusak? Apakah lampu yang padam tersebut berpengaruh pada lampu-lampu yang lain? Tentu tidak ya. Jika salah satu lampu rusak, lampu lain tidak akan ikut rusak. Hal itu karena rangkaian lampu di rumahmu dipasang secara paralel. Berbeda halnya jika lampu di rumahmu dipasang secara seri. Saat ada satu lampu yang padam, pasti lampu yang lain ikutan padam. Memangnya, apa perbedaan rangkaian seri dan paralel? Temukan jawabannya di pembahasan Quipper Blog kali ini. Check this out! Pentingnya Listrik bagi Kehidupan Listrik merupakan salah satu kebutuhan pokok yang wajib ada di era serba digital seperti sekarang ini. Listrik dari pembangkit-pembangkit besar harus disalurkan ke masyarakat melalui beberapa cara. Mungkin Quipperian belum wajib tahu sih bagaimana proses distribusi listrik dari pembangkit sampai ke gardu-gardu listrik. Hal yang setidaknya harus tahu adalah bagaimana bisa listrik menghidupkan seluruh peralatan di rumahmu, misalnya saja lampu. Listrik harus dialirkan melalui kabel-kabel yang keseluruhannya dihubungkan ke sumber tegangan listrik berupa colokan. Kabel-kabel tersebut dirangkai secara seri, paralel, atau campuran. Inilah penjelasan masing-masing rangkaian. Rangkaian Seri Rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang seluruh komponen atau beban listriknya disusun secara berurutan. Artinya, inputan satu komponen atau beban berasal dari output komponen yang lain. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar lampu yang dirangkai seri berikut. Gambar di atas menunjukkan bahwa lampu disusun secara berurutan. Artinya, kuat arus yang mengalir pada setiap lampu bernilai sama. Pada dasarnya, setiap lampu memiliki suatu hambatan yang nilainya sudah ditentukan oleh pabrikan. Dengan demikian, komponen listrik yang akan Quipperian hitung nantinya adalah nilai hambatan pengganti total dalam rangkaian. Rangkaian seri memiliki sifat-sifat tertentu yang membedakannya dengan rangkaian paralel. Adapun sifat-sifat rangkaian seri adalah sebagai berikut. Besarnya kuat arus yang mengalir pada masing-masing komponen atau beban adalah sama. Rangkaian seri disebut juga rangkaian pembagi tegangan. Hal itu karena sumber tegangan akan dibagi ke dalam banyaknya komponen yang dirangkai secara seri. Ternyata, rangkaian seri ini memiliki kelebihan dan kekurangan, lho. Apa saja kelebihan dan kekurangannya? 1. Kelebihan rangkaian seri Adapun kelebihan rangkaian seri adalah sebagai berikut. Jumlah kabel penghantar yang dibutuhkan pada rangkaian seri lebih sedikit atau hemat kabel. Biaya pemasangan lebih murah. Meskipun hambatan pada masing-masing beban tidak sama, beban tetap dilalui besar arus yang sama. 2. Kekurangan rangkaian seri Adapun kekurangan rangkaian seri adalah sebagai berikut. Apabila salah satu beban putus atau padam, maka beban yang lain akan ikut padam. Lampu yang dirangkai secara seri tidak bisa menyala sama terang. Hal itu karena tegangan yang ada di setiap lampu berbeda-beda, bergantung besarnya hambatan. Rangkaian Paralel Rangkaian paralel adalah rangkaian yang seluruh komponen atau beban listriknya dirangkai secara berderet. Dengan demikian, inputan dari masing-masing beban berasal dari sumber yang sama. Untuk lebih jelasnya, simak gambar lampu yang dirangkai paralel berikut. Jika diperhatikan, input masing-masing lampu berasal dari sumber tegangan yang sama. Artinya, masing-masing beban akan mendapatkan tegangan yang sama, sehingga arus yang mengalir pada setiap beban akan berbeda-beda. Itulah mengapa rangkaian paralel disebut sebagai rangkaian pembagi arus. Lalu, seperti apa sifat rangkaian ini? Apakah sama dengan sifat rangkaian seri? Inilah sifat rangkaian paralel. Masing-masing beban akan mendapatkan tegangan yang sama. Besarnya arus yang mengalir pada beban bergantung pada besar kecilnya hambatan. Hambatan total rangkaian paralel bernilai lebih kecil dari hambatan seri. Akibatnya, arus total yang mengalir akan semakin besar. Sama seperti rangkaian seri, rangkaian paralel juga memiliki kelebihan dan kekurangan. 1. Kelebihan rangkaian paralel Adapun kelebihan rangkaian paralel adalah sebagai berikut. Seluruh lampu yang dirangkai paralel akan menyala sama terang. Jika salah satu lampu padam, lampu yang lain tidak akan terpengaruh. 2. Kelemahan rangkaian paralel Adapun kelemahan rangkaian paralel adalah sebagai berikut. Kabel yang dibutuhkan lebih banyak, sehingga biaya yang dibutuhkan lebih besar daripada instalasi rangkaian seri. Besarnya arus yang mengalir di setiap beban tidak sama, bergantung besarnya hambatan pada beban. Nah, itu dia pembahasan sekilas tentang rangkaian seri dan paralel. Lantas, bagaimana cara menghitung hambatan total pengganti dan kuat arus total yang mengalir pada suatu rangkaian seri atau paralel? Tak usah khawatir, berikut ini pemaparannya. Persamaan-Persamaan yang Berlaku pada Rangkaian Seri dan Paralel Contoh rangkaian seri bisa kamu lihat pada gambar berikut. Persamaan yang berlaku pada gambar di atas adalah Contoh rangkaian paralel bisa kamu lihat pada gambar berikut. Persamaan yang berlaku pada gambar di atas adalah Agar pemahamanmu semakin bertambah, simak contoh soal berikut ini. Contoh soal 1 Tiga buah hambatan identik dirangkai secara paralel. Jika nilai hambatan totalnya 0,75 Ohm, tentukan besarnya masing-masing hambatan! Pembahasan Diketahui Rtotal = 0,75 Ohm Ditanya R1, R2, dan R3 = …? Pembahasan Kata identik berarti jenis dan material penyusun hambatan adalah sama, sehingga besarnya tiga hambatan juga sama. Untuk mencari besarnya hambatan masing-masing, gunakan persamaan berikut. Jadi, besarnya masing-masing hambatan adalah 2,25 Ohm. Contoh soal 2 Perhatikan rangkaian berikut. Diketahui besarnya R1 = 2 Ohm, R2 = 3 Ohm, dan R3 = 5 Ohm. Jika tegangan totalnya 24 Volt, tentukan besarnya arus yang mengalir dalam rangkaian! Pembahasan Diketahui R1 = 2 Ohm R2 = 3 Ohm R3 = 5 Ohm Vtotal = 24 Volt Ditanya I =…? Pembahasan Pertama, Quipperian harus mencari besarnya hambatan total dalam rangkaian tersebut. Oleh karena ketiga hambatan disusun seri, gunakan persamaan berikut. Selanjutnya, gunakan hukum Ohm untuk mencari besarnya arus yang mengalir dalam rangkaian. Jadi, besarnya arus yang mengalir dalam rangkaian adalah 2,4 A. Contoh soal 3 Perhatikan rangkaian berikut. Diketahui besarnya R1 = 4 Ohm, R2 = 12 Ohm, dan R3 = 6 Ohm. Jika tegangan totalnya 12 Volt, tentukan besarnya arus yang mengalir pada R2! Pembahasan Diketahui R1 = 4 Ohm R2 = 12 Ohm R3 = 6 Ohm Ditanya I2 =…? Pembahasan Pertama, Quipperian harus mencari hambatan total dalam rangkaian. Selanjutnya, tentukan besarnya I2 berdasarkan persamaan hukum Ohm. Jadi, besarnya hambatan yang mengalir pada R2 adalah 1 A. Ternyata, belajar rangkaian seri dan paralel itu mudah ya? Setidaknya, Quipperian paham mengapa saat satu lampu di rumahmu padam, lampu lain tidak ikutan padam. Belajar Fisika itu sangat bermanfaat lho bagi kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, jangan pernah bosan untuk terus belajar dan mengasah kemampuan. Untuk memudahkan kamu dalam belajar, Quipper Video hadir dengan berbagai fitur menarik dan lengkap dengan latihan soalnya. So, tunggu apa lagi. Ayo segera gabung bersama Quipper Video. Salam Quipper! [spoiler title=SUMBER] Penulis Eka Viandari

besarnya arus yang mengalir tiap cabang pada rangkaian paralel adalah